Profil SKPD :   
 

DASAR PENYUSUNAN RAPBN 2013, PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL, PERKEMBANGAN DOMESTIK TERKINI 2012, ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO, ARAH KEBIJAKAN FISKAL DAN POSTUR RAPBN 2013

Diposting oleh Administrator, Tgl 17-01-2013 & wkt 11:07:42 & dibaca Sebanyak 1921 Kali        
 

A. Perkembangan Perekonomian Global 
   
   Perkembangan Perekonomian Global Terkini (Eropa)
   • Perekonomian Eropa mengalami kontraksi sebesar 0,4% (yoy) pada Q2:2012 lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 0,0% (yoy).
   • Tingkat pengangguran Eropa pada Juni ‘12 sebesar 11,2%. (sama dengan periode sebelumnya)
   • 24 Juli 2012, Moody’s memberikan negative outlook bagi rating Jerman, Belanda dan Luxemburg. Menandakan meningkatnya ketidakpastian penyelesaian krisis Eropa.
   • Rasio utang per PDB Eropa meningkat dari 86,2% pada Q1:2011 menjadi 88,2% di Q1:2012. Yunani, Italia dan Portugal merupakan negara dengan tingkat utang tertinggi      
     yang mencapai 132,4%, 123,3% dan 111,7%.
   • Perekonomian Inggris kembali mengalami kontraksi pada kuartal kedua 2012sebesar 0,8% (yoy) atau kontraksi sebesar 0,7% (qoq). Perekonomian Spanyol Q2:2012  
     kembali kontraksi 1% (yoy) dengan tingkat pengangguran yang telah mencapai rekor 24,8%. Perekonomian Italia dan Spanyol pada Q2:2012 menunjukkan kontraksi yang
     lebih dalam. Italia tumbuh sebesar minus 2,5% (yoy) lebih rendah dari Q1:2012 sebesar minus 1,4% (yoy).• Stimulus pembelian obligasi Eropa masih tertahan, menunggu
     keputusan dari pihak Jerman. 
   
   Perkembangan Perekonomian Global Terkini (Amerika Serikat)
   • Pertumbuhan AS Q2:2012 melambat dari 2,0% (QoQ) menjadi 1,7% (QoQ).
   • Tingkat pengangguran AS pada Juli ‘12 naik ke level 8,3% (sebelumnya 8,2%).
   • IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan AS 2012 dari 2,1% menjadi 2% dan 2013 dari 2,4% menjadi 2,25%.
   • Operation twist diperkirakan masih akan terus dijalankan dengan menukar utang jangka pendek senilai US$667 miliar dengan utang jangka panjang.• Pemulihan ekonomi AS
     menghadapi risiko keharusan penerapan "fiscal cliff" dan apa yang terjadi di zona Euro. Namun penerapan fiscal cliff (kenaikan pajak dan pemotongan belanja) akan
     berdampak pada kontraksi ekonomi. 10
   
   Perkembangan Perekonomian Global Terkini (Asia)
   • Pertumbuhan ekonomi China pada Q2-2012 China turun ke level 7,6% (yoy), lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 8,1% (yoy). Bahkan Bank Sentral Cina
     memperkirakan pada Q3-2012 pertumbuhan akan kembali melambat ke 7,4% (yoy).
   • IMF menurunkan pertumbuhan Cina menjadi 8,0% (2012) dan 8,5% (2013).
   • Inflasi Cina pada Juli ‘12 melambat ke 1,8% (yoy) lebih rendah dari Juni ‘12 sebesar 2,2% (yoy) , peluang pelonggaran moneter melalui pemngkasan GWM dan suku bunga
     acuan.
   • Surplus perdagangan Cina pada Juli ‘12 sebesar US$25,15 miliar turun dari bulan sebelumnya sebesar US$31,7 miliar, dimana ekspor tumbuh 1,0% (yoy), impor tumbuh 4,7%
     (yoy).
   • Pada Q2:2012 Jepang tumbuh sebesar 0,3% (qoq) lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 1,3% (qoq)
   • Neraca perdagangan Jepang mengalami surplus pada Juni ‘12 sebesar ¥61,7 miliar (atau sebesar US$789), namun kinerja ekspor Jepang turun sebesar 2,28% (yoy) dan impor
     turun sebesar 2,21% (yoy).
   • IMF menurunkan pertumbuhan India menjadi 6,1% (2012) dan 6,5% (2013).
   • Sejak Juli tahun lalu, Rupee India mencatat penurunan terbesar di antara mata uang Asia, jatuh lebih dari 27% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Faktor utamanya adalah
     inflasi, defisit transaksi berjalan yang cukup besar, permasalahan fiskal serta situasi politik domestik.
   • Vietnam mengalami “bank rush” dimana para deposan menarik dana dari Asia Commercial Bank (ACB). Selain itu sektor perbankan juga terpukul oleh meningkatnya kredit
     macet yang berasal dari kerugian di BUMN besar.

B. Update Proyeksi Perekonomian Global dan Indonesia oleh beberapa Institusi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2012 2013

   • Pada awal Juli, harga minyak dunia kembali meningkat WTI Brent Minas ICP 140 Harga Minyak Dunia (US$/ barel) 130 Jan-12 98,5 110,8 115,7 115,9 120 Feb-12 107,1 123,9
     128,4 122,2 110 Mar-12 103,0 123,8 128,1 128,1 100 90 Apr-12 104,9 119,7 125,9 124,6 80 May-12 86,5 102,1 111,6 113,8 70 Jun-12 84,9 97 100,6 99,1 Jul-12 88,1 105,9
     113,7 102,9 Brent WTI ICP Minas Agust-12 94,2 113,0 116,2 111.7 Perkembangan rata-rata harga ICP 
   • Per Agustus 2012 ICP naik 8,6% (mtm) (USD per barel) menjadi US$111,7/barel. Rata-rata ICP Jan- 135,0 Juli 2012 US$114,8/barel 125,0 
   • Peningkatan harga minyak mentah dunia 115,0 didorong oleh: Turunnya produksi minyak dari 105,0 negara-negara OPEC khususnya diakibatkan 95,0 oleh turunnya produksi      minyak Iran, dan 85,0 ketegangan politik yang masih berlanjut di Okt-11 Jun-11 Jun-12 Mar-12 Feb-11 Mar-11 Mei-11 Jul-11 Feb-12 Mei-12 Des-11 Jul-12 Apr-11 Apr-12 Nop-
     11 Jan-11 Jan-12 Agust-11 Sep-11 Agust-12 Timur Tengah, serta respon positif pasar atas harapan membaiknya perekonomian globalSumber : Bloomberg
   • Harga komoditas internasional mulai mendapat tekanan kenaikan FAO Food Price Index Perkembangan Harga Pangan Dunia Food Price Index Cereals Price Index (Des 2011
     =100) 290.0 430.0 Oils Price Index Sugar Price Index 280.0 410.0 160 Palm Oil Gandum Kedelai Jagung 270.0 390.0 150 260.0 140 370.0 250.0 350.0 130 240.0 330.0 120
     230.0 310.0 110 220.0 210.0 290.0 100 200.0 270.0 90 190.0 250.0 80 Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 May-12 Jun-12 Jul-12 Aug-12 
   • Indeks harga pangan FAO meningkat sejak Juli Harga Komoditas Tambang Dunia (Des 2011=100) 2012, didorong harga biji-bijian, gula, dan minyak 120 Alumunium Tembaga
     Emas nabati. 
   • Kekeringan di AS telah mendorong harga pangan 115 meningkat (IFPRI). 110 o Departemen Pertanian AS: kenaikan harga 105 jagung dan kedelai akan mencapai titik 100
     tertinggi sepanjang sejarah. 
   • Harga komoditas tambang sebelumnya cenderung 95 terus turun seiring dengan pelemahan ekonomi 90 global, mulai meningkat di minggu terakhir Dec-11 Jan-12 Mar-12
     Apr-12 May-12 Jun-12 Jul-12 Aug-12 Agustus.Sumber : Bloomberg, FAO 

C. Perkembangan Perekonomian Domestik dan Perkiraan 2012 

   • Perkembangan Perekonomian Domestik Terkini Indikator KinerjaNilai Tukar 
   • Rp 9.572/US$ , depresiasi 5.25% (ytd) per 31 Agust 2012IHSG 
   • IHSG 4060,331 menguat 6,24% (ytd) per 31 Agust 2012 
   • Inflasi Sem I 2012: 4,53% (yoy), 1,79 (ytd)Inflasi 
   • Inflasi Agustus 2012: 0,95%(mtm) – 3,48% (ytd) – 4,58 %(yoy) per Agustus 2012 
   • Pada Juli 2012 tercatat total arus modal masuk (net capital inflow) sebesar Rp14,5 T, berasal dari pasar saham sebesar Rp4,59 T dan pasar SUN sebesar Rp10,14 T.
     Sedangkan di pasar SBI terjadi capital outflow sebesar Rp0,23 T.Arus Modal Masuk 
   • S.d. 31 Agustus 2012 hanya Rp0,41T dana asing masuk ke Saham, sedangkan s.d 30 Agustus 2012 terjadi outflow sebesar Rp1,09T pada pasar SUN. 
   • Q2 2012: 6,4% (yoy)Pertumbuhan PDB • Sem I- 2012: 6,3% (yoy)Indikator Konsumsi 
   • Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2012 sedikit turun dari 114,4 menjadi 113,5. 
   • Pada Sem.I 2012 realisasi investasi sebesar Rp 148,1 T atau naik 28,1% (yoy) : PMA : Rp 107,6 T naik 30,4% (yoy)Investasi  PMDN : Rp 40,5 T naik 22,7% (yoy) 
   • Pertumbuhan sektor manufaktur 6,1% di H1-2012, dan estimasi FY 2012 7,1%. Juli 2012 
   • Ekspor turun 7,3 % (yoy) atau turun 2,5% (ytd) menjadi US$ 16,1 miliar, tetapi naik 4,60% (mtm)Perdagangan Internasional 
   • Impor naik 0,7% (yoy) atau 17,0% (ytd) menjadi US$ 16,2 miliar, tetapi turun 2,39% (mtm) Surplus Neraca Perdagangan (Jan-Jul) sebesar US$335 juta 
   • Defisit transaksi berjalan Q2 2012 sebesar US$6,9 miliar (3,1% PDB), lebih besar dari defisit pada Q1-2012 (US$3,2 M atau 1,5% PDB). 
   • Surplus transaksi modal dan finansial Q2-2012 sebesar US$5,5 miliar (2,5% PDB), lebih besar dibandingkan pada Q1-Neraca Pembayaran 2012 (US$2,5 M atau 1,1% PDB). 
   • Defisit neraca pembayaran sebesar US$2,8 miliar (1,3% PDB) lebih besar dari defisit pada Q1-2012 (US$ 1,0 M atau 0,5% PDB). 
   • IHSG menguat sementara Rupiah dan beberapa mata uang di kawasan Asia terdepresiasi9600 IDR 31 Agustus 2012 42009400 Rp9.572/USD 38009200 34009000 30008800
     JCI 31 Agustus 20128600 IDR JCI 4060,33 26008400 2200 Jan-10 Jun-10 Nov-10 Apr-11 Sep-11 Feb-12 Jul-12 Exchange Rate (ytd) Stock (ytd) Thailand 19.72 Philippines
     18.85 Singapore 14.33 India 12.78 Malaysia 7.54 US 7.15 Indonesia 6.24 Japan 4.55 Korea 4.35 UK 2.50 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 17
   • Yield SUN domestik dan Global Bond mengalami tekanan walaupun lebih baik dari negara-negara lain… Perbandingan Yield of Global Bond 10Y Yield SUN Domestik (30 Des ‘11
     – 31 Agustus ’12) (per 4 September ’12) 5,5 8 Indonesia Turki 7,5 5 Filipina Rusia Mexico Colombia 7 4,5 6,5 4 6 30 Des 11 5,5 3,5 29 Jun 12 5 31 Jul 12 3 4,5 31 Agust 12
     2,5 4 2 20/04/2012 20/05/2012 20/06/2012 20/07/2012 20/08/2012• 31 Agustus 2012, yield SUN Domestik berada pada posisi 6,26% lebih tinggi dibandingkan 31 Juli
     (5,71%) and 30 Desember 2011 (6,03%).• 31 Agustus 2012, yield Global Bond berada pada posisi 3,35% level, lebih tinggi dibandingkan 31 Juli 2012 (3,19%) namun masih
     lebih rendah dibandingkan 20 April (3,87%).
   • Yeild SUN domestik dan global bond mengalami tekanan terutama dipengaruhi oleh krisis ekonomi Eropa yang belum mengalami titik terang serta rencana Quantitative Easing
     ketiga di AS yang belum dapat dipastikan. Hal ini memicu investor untuk berada dalam kondisi wait and see dan mengalihkan asetnya dalam bentuk emas dan Dolar Amerika
     Serikat.
   • Net foreign buying per 31 Agustus 2012 sebesar Rp10,29 triliun dan sepanjang bulan Agustus mengalami net selling sebesar Rp1,41 triliun. 18 Sumber: Bloomberg, 
   • Pada bulan Agustus 2012 tercatat sebesar Rp0,41T dana asing masuk ke Saham, dan sebesar Rp0,59T masuk ke SBI serta sebesar Rp1,41T keluar dari SUN. Secara agregat
     dari portofolio Saham, SUN, dan SBI total dana asing tercatat keluar Rp0,41T dari NFB SBI, SBN, Saham (Triliun Rupiah)50 5040 37,05 37,06 40 27,9030 30 20,75 20,57
     25,4220 19,93 22,26 18,75 15,41 14,50 20 13,29 15,42 18,0210 12,72 4,30 5,15 10 1,82 3,50 -0,41 -2,82 0 -5,28 0 -1,60 -10,11 -13,34 -11,99-10 -15,76 -14,66 -10 -18,13
     -6,14-20 -20-30 NFB SBI NFB SBN -30 -41,53-40 -40 -52,32 NFB Stock Total NFB-50 -50-60 -60 Agt Oct Feb Oct Sep Feb Sep Feb Jul Jul Jul Apr Apr Apr Jun Jun Jun Aug Aug Mei
     Dec Dec Mar Mar Mar Nov Nov Jan-10 May Jan-11 May Jan-12 19
   • Laju Inflasi Agustus 2012 Sebesar 0,95% (mtm) atau 4,58% (yoy) 2,00 Perkembangan Inflasi, (persen) 10,00 1,50 m-t-m y-o-y 8,00 0,95 1,00 6,00 0,50 4,00 4,58 0,00 2,00
     -0,50 0,00 Feb Sep Feb Sep Feb Oct Oct Sep Feb Oct Apr Jul Apr Jul Apr Jul Apr Jul Jun Jun Jun Jun Aug Aug Aug Aug Dec Dec Mar Mar Mar Dec Mar Nov Nov Nov Jan Jan May May
     Jan May Jan May 2009 2010 2011 2012 Inflasi Menurut Komponen, (%,y-o-y) 20% 15% 10% 7,76% 5% 4,16% 0% 2,78% Feb Sep Feb Sep Feb Sep Feb Jan Jan Jan Jan Mar
     Mar Mar Mar Jun Jun Jun Jun Dec Dec Dec May May May May Nov Nov Nov Oct Oct Oct Apr Apr Apr Apr Jul Jul Jul Jul Aug Aug Aug Aug -5% -10% 2009 2010 2011 2012 Core
     Administered VolatileInflasi volatile food dan inti bulan Agustus 2012 cenderung meningkat karena faktormusiman (masa liburan, tahun ajaran baru, dan ramadhan).    
     Sementara inflasi administeredprices masih relatif rendah sejalan dengan minimnya kebijakan pemerintah terhadap hargabarang strategis. 20
   • Pertumbuhan ekonomi tahun 2012 diperkirakan mencapai 6,3% - 6,5% Pertumbuhan Ekonomi 2010 - 2012 Semester II hingga akhir tahun 2012: 6.8 7.0 6.4 6.5 6.5 6.5 
     Konsumsi Rumah Tangga masih cukup 6.3 6.4 6.5 6.3 tinggi, investasi masih akan meningkat dan 5.9 6.0 5.8 kontribusinya relatif sama dengan RT, ekspor mulai 5.5
     membaik, impor meningkat terutama didorong 5.0 kebutuhan investasi. 4.5  Hampir seluruh sektor mengalami peningkatan 4.0 kecuali sektor perdagangan yang
     dipengaruhi oleh Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 aktivitas ekspor impor, dan sektor pertanian yang sedikit melambat. 2010 2011 2012 2012* 2012 Sektor Komponen Q1
     Q2 Sem1 2012* Q1 Q2 Sem1 2012* Pertanian 4.3 3.7 4.0 3.5 – 3.7 PDB (%,yoy) 6.3 6.4 6.3 6.3 – 6.5 Pertambangan 2.8 3.1 2.9 2.9 – 3.1 Konsumsi RT 4.9 5.0 5.0 4.8 – 5.0
     Industri manufaktur 5.7 5.4 5.5 5.7 – 5.9 Listrik, gas, air 5.2 5.9 5.6 6.2 – 6.4 Belanja 5.9 7.0 6.5 6.8 – 7.0 Konstruksi 7.2 7.3 7.2 7.6 – 7.8 Pemerintah Perdagangan 8.3 8.9
     8.6 7.1 – 7.3 Investasi 10.0 12.3 11.2 10.5      – 10.7 11.6 – Transportasi & Komunikasi 10.3 10.1 10.2 Ekspor 7.8 1.9 4.8 7.0 – 7.2 11.8 Keuangan 6.3 7.0 6.7 6.6 – 6.8
     Impor 8.0 10.9 9.5 8.5 – 8.7 Jasa-jasa 5.5 5.7 5.6 6.6 – 6.8Sumber: BPS, Kemenkeu 21
   • Kinerja Investasi Semester I 2012 Kembali Meningkat Sebesar 28,1% (Yoy) Perkembangan Investasi (triliun Rp) 170 40.5 150 130 110 107.6 90 20.8 24 19.7 70 18.9 19 16.6
     22 14.1 15 50 7 51.1 56.1 30 43.1 46.4 46.2 35.4 35.6 40.1 36.9 39.5 10 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Sem I 2012 2010 2011 2012 PMA PMDN• Secara kumulatif sampai
     dengan semester I 2012 realisasi investasi sebesar Rp148,1T atau naik 28,1% (yoy) :  PMA : Rp 107,6 T naik 30,4% (yoy)  PMDN : Rp 40,5 T naik 22,7% (yoy)
   • Sektor dengan proporsi investasi terbesar pada sem I 2012 yakni: 
      • PMDN : Pertambangan (18,0%) ; Tanaman Pangan dan Perkebunan (10,7%) ; Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (10,3%) 
      • PMA : Pertambangan (17,5%) ; Industri Kimia dasar, Barang Kimia dan Farmasi (11,4,0%); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (9,0%) 22
   • Indikator-indikator investasi juga mencerminkan pertumbuhan investasi yang positif Pertumbuhan Konsumsi Semen (%, yoy) Indeks Harga Konstruksi210 207 45.0% 4500205
     35.0% 3500200195 25.0% 2500190 15.0% 1500185 5.0% 500 Nop Mei Mei Des Feb Feb Jan Sep Jan Agust Jul Apr Jun Apr Jun Okt Mar Mar F F A N D A A N D A M M M M J J J J J
     J S S O O J* -5.0% -500 2010 2011 2012 2011 2012 -15.0% -1500 Kilo Ton (RHS) YoY (LHS) Ytd (LHS) 65% Impor Barang Modal (Juta USD, % ) 4200 55% 3700 45% 3200
     2700 35% 2200 25% 1700 15% 1200 5% 700 -5% 200 -15% -300 -25% -800 O O A 2011-J A J J S M M J J A 2012-J S M A M D D N F N F Juta USD yoy ytdSource: BI, BPS<
     Asosiasi
   • Defisit neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2012 mencapai US$176,5 juta. Namun secara kumulatif dari Januari s.d. Juli 2012, neraca perdagangan Indonesia masih
     menunjukan surplus sebesar US$335 juta. Pada Juli 2012, kinerja ekspor Indonesia meskipun mengalami penurunan sebesar -7,3% dibanding Juli 2011 namun mulai
     menunjukkan trend peningkatan 4000 Neraca Perdagangan (per bulan) 3000 2000 Juta USD 1000 0 -1000 MIGAS NONMIGAS TOTAL -2000 A S A A A A S F F M F M M M M M O O
     2010-J 2012-J 2011-J J J J J J J D N N D Pertumbuhan Ekspor Impor Jul-12 Jun-12 70% Juta USD yoy ytd yoy ytd 60% 50% Total Ekspor 16,151.6 -7.3% -2.5% -16.0% -1.7%
     40% Total Impor 16,328.1 0.7% 13.0% 11.0% 15.4% 30% Non Migas 20% Ekspor 13,173.8 -3.2% -2.9% -15.2% -2.8% 10% Impor 13,595.0 9.6% 15.5% 13.1% 16.6% 0%
     Migas -10% Ekspor 2,977.8 -21.7% -1.0% -19.3% 3.0% -20% A S A A A S F F M M M M O O 2011-J 2012-J J J N D J J D N Impor 2,733.1 -28.1% 4.9% 3.4% 11.4% X yoy M yoy
     X ytd M ytdSumber: BPS 24
   • Perkembangan Realisasi Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2012 2012 URAIAN APBN-P Q1 Q2 Agustus Outlook- Pertumbuhan ekonomi (%) y-o-y 6,5 6,3 6,4 6,3 - 6,5- Inflasi (%)
     y-o-y 6,80 3,97 4,53 4,58 4,80- Inflasi (%) y-t-d 0,88 1,79 3,48 4,80- Tingkat bunga SPN 3 bulan (%) 5,0 2,5 3,7 3,0 3,9- Nilai tukar (Rp/US$1) 9.000 9.100 9.306 9.271
     9.250- Harga minyak Mentah Indonesia (US$/barel) 105,0 122,1 112,5 111,7 110,0- Lifting minyak (ribu bph/periode des-nov) 930 846 852 900 25
 
Sumber : Kemenkeu asumsi makro apbn 2013 , by Abdul Hadi Ilman on Sep 26, 2012 
 

Pengirim
Email
Website
qAaNj

Kembali

Jadwal Asistensi Renja OPD Tahun 2018 Musrenbang Kota Metro tahun 2017 FGD (Focus Grou Discussion) dalam rangka pemberdayaan pengembangan usaha KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) bertempat di ruang rapat lt. I Bappeda Kota Metro tanggal 19 April 2017 Technical Meeting  Renstra SKPD
Lihat Selengkapnya